Dalam rangka meningkatkan semangat patriotisme seluruh bangsa dalam mempertahankan eksistensi persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (Unkris) sadar akan kewajiban dalam menjaga persatuan dan kesatuan agar kerukunan dan stabilitas ditengah-tengah masyarakat dapat terjaga sehingga program-program Pemerintah dapat dijalankan dengan baik sesuai peruntukannya, maka pada tanggal 11 September 2017 Unkris menyelenggarakan kuliah umum bela negara dengan tema “Semangat Bela Negara Generasi Muda Dalam Menghadapi Radikalisme dan Intoleransi Serta Eksistensi Lembaga Sandi Negara Indonesia”.

Dalam kuliah umum tersebut dihadiri pula oleh Rektor Unkris, Pejabat struktural dan Akademik Unkris, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unkris, serta mahasiswa dan mahasiswi Unkris. Acara diawali dengan pembukaan, sambutan ketua panitia pembekalan mahasiswa baru, sambutan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Unkris, dan sambutan rektor Unkris sekaligus membuka acara kuliah umum.

Kepala Lemsaneg menyampaikan dalam paparannya yang pertama bahwa semangat dalam membela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara, yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, yang kedua mengenai tujuan bela negara adalah untuk memenangkan, mencegah dan meniadakan segala macam ancaman yang membahayakan kemerdekaan bangsa dan kedaulatan negara, serta yang terakhir nilai-nilai kehidupan bangsa, serta peran lemsaneg dalam melindungi HAM, penyelenggaraan pemerintahan dan proses penegakan hukum maka hal tersebut secara langsung maupun tidak langsung mendukung ketahanan nasional dan cerminan semangat bela negara yang tinggi.  (NDN)

Posted in Berita, Informasi, Topik Utama