Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah diketuk palu oleh Presiden. Lemsaneg sebagai embrio terpilih harus berevousi menjadi tubuh yang sehat dan bugar. Siber dan sandi ibarat tubuh dan ruh. Tubuh membutuhkan ruh untuk hidup, dan ruh membutuhkan tubuh untuk menyatakan keberadaannya. Maka Siber dan sandi tidak bisa dipisahkan. Berbeda namun satu, dan ada namun tidak nampak.

Setiap orang memiliki hal-hal yang bersifat pribadi maupun umum. Dalam konteks hidup di dunia nyata/fisik, maka sangat mudah untuk mengamankan hal-hal yang bersifat pribadi, misalnya dikunci gembok, disembunyikan ditempat yang tidak bisa dijangkau, memasang tralis, dan lain-lain. Namun saat ini, segala hal sudah dibuat digital. Manusia tidak bisa lagi hidup tanpa teknologi informasi dan komunikasi. Akibat pergeseran inilah, perlindungan bersifat fisik yang telah disebutkan tadi menjadi tidak cukup. Maka itu, dibutuhkan pengamanan yang bersandar pada dunia digital. Di sinilah peran sandi. Maka Sandi adalah ruh dalam tubuh siber.

Dalam kaitannya dengan organisasi siber dan penanganan isu-isu siber yang terjadi, apakah diperlukan wadah untuk mengurusi bidang persandian?

Apabila berkaca pada Perpres Nomor 53 Tahun 2017 tentang pembentukan BSSN, maka seluruh tugas dan fungsi bidang persandian dijalankan oleh BSSN. Dimanakah letak sandi disematkan? Secara implementatif pun, sandi tidak pernah bersentuhan langsung dengan pengguna, namun sandi melekat pada sisi teknologi informasi alias siber. Layaknya ruh yang tidak bisa disentuh, tapi tubuh lah yang dapat disentuh.

Siber tanpa jaminan keamanan terhadap privasi akan lumpuh. Hak-hak perorangan akan dilanggar oleh orang lain, telanjang, sehingga menimbulkan keresahan, kekhawatiran yang berdampak pada terganggunya stabilitas suatu Negara. Dengan kata lain, siber tanpa sandi tidaklah mungkin. Layaknya tubuh tanpa ruh, hanyalah mayat yang siapapun tidak menginginkannya.

Sandi atau yang juga populer dengan istilah kriptografi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari teknologi informasi dan komunikasi. Urgensi keberadaan kriptografi adalah bagaimana data-data/informasi berupa gambar, suara, maupun tulisan atau dalam bentuk lainnya yang bersifat privat senantiasa terjamin keamanannya dari waktu ke waktu seiring berkembangnya teknik-teknik serangan, pencurian, modifikasi, pemalsuan di dunia siber ataupun perkembangan TIK itu sendiri. Maka, implementasi kriptografi mau tidak mau harus mampu menjawab perkembangan tersebut. Untuk itu, dibutuhkan juga pengembangan, penelitian, pengkajian, atau percobaan yang secara khusus mengurusi kriptografi. Hal ini demi menjamin terpenuhinya urgensi kriptografi yang tadi disebutkan.

Maka, meskipun sandi/kriptografi secara implementatif tidak bersentuhan langsung dengan pengguna, pengembangan kriptografi yang terus-menerus, bertahap, dan berkelanjutan tetap harus dilakukan. Dengan kata lain, wadah atau struktur organisasi dengan nomenklatur sandi harus tetap ada pada struktur organisasi BSSN.

Berada di level manakah kebutuhan akan kriptografi dalam tubuh siber? Kriptografi dengan sendirinya telah berdiri sebagai ilmu dan produk. Maka organisasi yang ada paling tidak harus mengakomodir dua kebutuhan ini. Sebagai ilmu, konsekuensi logisnya adalah dibutuhkan lembaga pendidikan yang khusus mempelajari kriptografi, saat ini sudah ada Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Sebagai produk, konsekuensi logisnya adalah dibutuhkan organisasi yang mengurusi hasil keilmuan/penelitian agar diproses menjadi suatu produk nyata melalui serangkaian pengujian, kajian atau telaah yang mengarah kepada produksi. Output organisasi ini berupa sampel produk yang siap diimplementasikan di dunia siber. Produk yang dihasilkan dapat berupa software, hardware, kebijakan, berbagai macam standar, pedoman, peraturan, dll.

Semua produk yang dihasilkan harus mengarah pada problem solving isu-isu siber yang beredar di masyarakat ataupun inovasi-inovasi pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia khususnya bidang pengamanan informasi.

 

Penulis: Mulyadi, S.ST.TP

Posted in Informasi, Pojok Lemsaneg, Uncategorized