Di Indonesia banyak sekali museum yang memiliki nilai-nilai sejarah tersendiri. Contohnya, Museum Sandi. Benar bahwa museum sandi menyimpan suatu benda yang memiliki nilai sejarah perjuangan, khususnya sejarah persandian. Mulai dari mesin sandi asli/replika yang sudah tidak digunakan lagi,buku kode, foto, peta, dan sebagainya. Sebagian besar masyarakat memiliki pandangan bahwa museum adalah sebuah tempat yang hanya menyimpan suatu benda yang memiliki nilai sejarah perjuangan. Dari pandangan tersebut, membuat suatu pemikiran bahwa museum adalah tempat yang membosankan.

Untuk mengubah pandangan masyarakat terkait museum adalah tempat yang membosankan, museum sandi berbenah diri menjadi smart museum. Dengan mengoptimalkan teknologi serta jaringan dengan berbagai macam komunitas, museum sandi mampu menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai perjuangan dan patriotisme untuk generasi muda.

Jika dilihat dari sisi historis, persandian punya peranan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mulai saat Perjanjian Renville, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, serta Peristiwa Jogja Kembali. Dari museum sandi sendiri dapat mengedukasi pengunjung museum terkait nilai-nilai perjuangan serta patriotisme di dalam peristiwa-peristiwa tersebut.

Dan dalam proses edukasi, museum sandi juga ditunjang dengan teknologi sehingga dalam pemberian materi tidak membosankan pengunjung museum. Pengunjung bisa melihat-lihat video perjuangan, mencoba alat sandi yang diperbolehkan untuk digunakan disana, serta mencoba games edukasi terkait persandian.

Selain teknologi yang canggih, museum sandi juga sebagai wadah dari berbagai macam komunitas. Mulai komunitas drone, reptile, BMX dan banyak lagi. Dan inilah museum sandi yang tidak hanya mengedukasi namun juga bisa menjadi pusat dari berbagai komunitas yang ada di Jogjakarta.

Perkumpulan komunitas atau Community Gathering yang merupakan wujud museum sandi sebagai pusat dari berbagai komunitas dilaksanakan sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan HUT Museum Sandi ke-9 dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2017. Berbagai komunitas yakni Youth For Climate Change, Kampoeng Hompimpa, SSCJ, Jendela, Saka Wanabakti, Saka Pariwisata, Jogja Menyala, Rescue Taman, Bmx, Pit Dhuwur, Foldingbike, Drone, Malam Museum, Djokja 45, Roemah Tua, GRCI, Iguana, Ular, Sugar Glider, dan Joco saling unjuk identitas dan juga membantu mensosialisasikan museum sandi.

Selain Community Gathering, juga Museum Sandi menyelenggarakan kegiatan lain dalam rangka HUT Museum Sandi ke-9  yang dikemas dalam acara Museum Sandi Community Program (MSCP). Rangkaian

acara MSCP terdiri dari kegiatan Gathering Bersama berbagai macam Komunitas, Treasure Hunt of Code (permainan berburu harta karun), dan Fun bike Bersama Sahabat Museum Sandi.

Pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2017, diadakan Funbike Bersama Sahabat Museum Sandi yang di ikuti kurang lebih 400 peserta termasuk Sekretaris Utama Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Syahrul Mubarak, Kepala Biro PHKH Giyanto Awan Sularso dan para undangan dilingkungan Museum Sandi yang bertempat di  gedung Museum Sandi Jl. Faridan M. Noto No. 21 Kotabaru, Yogyakarta..

Dalam membuka acara Fun Bike,  Sekretaris Utama menyampaikan bahwa Museum Sandi pertama kali diresmikan pada tanggal 29 Juli 2008 dimana saat itu masih berlokasi di Museum Perjuangan, namun sejak Tahun 2014 Museum Sandi mendapat tempat baru di Kotabaru. Apabila dilihat dari sejarahnya, Persandian Negara pertama kali dibentuk di Kotabaru Yogyakarta pada tanggal 4 April 1946 dimana saat itu masih bernama Dinas Kode.

Di akhir sambutannya beliau menekankan bahwa Museum Sandi didirikan sebagai sarana pengenalan dan pembelajaran Persandian bagi masyarakat umum tentang peran Persandian dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, sehingga dapat menumbuhkan nilai nilai kejuangan dan Patrotisme bagi generasi muda sebagai pewaris kejayaan bangsa.

Harapan beliau dengan adanya acara Fun Bike bersama sahabat museum sandi, semoga dapat meningkatkan keceriaan, semakin memperkuat silaturahmi, serta terwujudnya kebersamaan sebagai sahabat museum sandi.

(WIYO)

Posted in Berita, Infomedia, Informasi, Pojok Lemsaneg, Topik Utama