Jakarta, 1 Juni 2017
Hari Kamis tanggal 1 Juni 2017 merupakan hari istimewa bangsa Indonesia. Karena hari ini merupakan hari lahirnya Pancasila. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang ke-73, bertempat di Kantor Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Jl. Harsono RM. No. 70 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Lemsaneg menyelenggarakan upacara dengan bertindak sebagai Inspektur Upacara Brigjen TNI (Mar) Suharyanto, S.E., M.M. yang di ikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati Lemsaneg.
Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari sleuruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.
Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-Bhineka tunggal ika-an kita.
Namun, kehidupan berbagsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebhinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideology selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.
Dari sambutan tersebut Presiden mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan.
Di akhir sambutan Presiden Joko Widodo berharap seluruh komponen bangsa untuk menjaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa dan saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

Posted in Informasi, Pojok Lemsaneg, Topik Utama