|
Humajas-News
Jakarta, 6 Agustus 2012
Diklat Sandiman Lanjutan Angkatan ke 109 secara resmi ditutup pada hari Senin tanggal 6 Agustus 2012 oleh Sekretaris Utama Lembaga Sandi Negara Marsekal Pertama TNI Tuhu Trimurnianto, S.E., M.M Upacara penutupan dilaksanakan di Gedung Aula Pusdiklat Lembaga Sandi Negara Ciseeng Bogor Jawa Barat. Upacara tersebut dihadiri oleh tamu undangan yang berasal dari TNI AL, Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pejabat struktural, pejabat fungsional serta widyaiswara dilingkungan Lembaga Sandi Negara.
Dalam laporan penyelenggaraan diklat yang dibacakan oleh Kapusdiklat Lembaga Sandi Negara Kolonel CHB. R.O. Joko Supangkat disebutkan bahwa Diklat Sandiman Lanjutan Angkatan ke-109 berjumlah 18 orang peserta yang berasal dari TNI AL, Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam laporan tersebut semua peserta dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar ahli sandi tingkat II. Dari seluruh peserta diklat, tiga orang peserta berhasil memperoleh predikat terbaik yaitu peringkat pertama diraih oleh Letda Laut (P) Agus Gunawan, Kedua Widyasmoro, dan ketiga Lettu Laut (P) Darus Nur Salam.
Pada upacara penutupan diklat sandiman lanjutan angkatan
yang ke 109 dilakukan pelepasan Kartu identitas peserta diklat dan penyerahan
ijazah serta transkrip nilai secara simbolis oleh Sekretaris Utama Lembaga
Sandi Negara Marsekal Pertama TNI Tuhu Trimurnianto, S.E., M.M. Dalam upacara
penutupan diklat tersebut dibacakan sambutan Kepala Lembaga Sandi Negara oleh
Sekretaris Utama Lembaga Sandi Negara Marsekal Pertama TNI Tuhu Trimurnianto,
S.E., M.M , bahwa isu-isu yang berkembang saat ini perlu dicermati dan disikapi
secara arif dan bijaksana dengan kata lain sebagai abdi negara hendaknya tidak
bersikap apatis. Perlu kita kenali bahwa isu strategis yang dominan sejak beberapa
tahun terakhir ini adalah bagaimana mengelola nilai informasi menjadi komoditas
starategis yang bernilai tinggi, baik untuk kepentingan bidang pemerintahan,
politik maupun ekonomi serta pertahanan dan keamanan. Dalam konteks ini fungsi
dan peran persandian sebagai “tools”
dari sistem dan alat perlindungan informasi berklasifikasi ke depan akan
semakin menghadapi tantangan yang kompleks. Oleh karena itu, wujud SDM sandi
kedepan yang diharapkan memerlukan rancangan dengan output yaitu terpenuhinya
profil SDM sandi yang kapabel dan profesional dalam kemandirian pengelolaan
persandian negara. Upacara penutupan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat
oleh Pembina Upacara diikuti oleh Kapusdiklat, tamu undangan dan penyelenggara
diklat. (FN)
|