Civil society atau masyarakat madani adalah kondisi di mana masyarakat memiliki peradaban yang baik. Muhammad A.S Hikam (1990) di dalam buku demokrasi dan civil society, masyarakat madani sebagai wilayah kehidupan sosial yang terorganisir dan bercirikan antara lain bersukarelawan (voluntary), kewaspadaan (self generating), keswadayaan (self reporting), kemandirian tinggi berhadapan dengan Negara, dan keterkaitan dengan norma atau nilai hukum yang diikuti oleh warganya. Maka, dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah masyarakat yang sudah dewasa atau matang. Mereka tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan meski Negara tidak mengaturnya. Masyarakat madani merupakan kondisi masyarakat yang sangat ideal sehingga tidak terjadi konflik antar masyarakatnya.

Cyber society merupakan kondisi masyarakat yang tercipta sebagai konsekuensi akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet. Cyber society tidak dibatasi oleh wilayah dan ruang. Seseorang yang secara individu berada di berbagai daerah dapat menjadi komunitas yang aktif berkomunikasi bahkan melakukan aktifitas nyata melalui grup di media sosial.

Di Indonesia, cyber society ditunjukkan oleh masyarakat dengan kebutuhan akan informasi yang tinggi. Walau hanya seputar kabar terbaru tentang para artis, sampai kebutuhan informasi ilmu pengetahuan, sosial, politik, dan lainnya. Sumber informasi pun menjadi semakin banyak dan sulit dikontrol, mulai dari pemberitaan media massa yang resmi dalam skala lokal dan nasional, sampai informasi berita melalui sosial media seperti twiter, facebook, instagram, whatsapp, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan filterisasi informasi yang berupa fakta, opini, atau hoax menjadi sangat sulit.

Kondisi itu akan berbeda jika cyber society dibentuk di atas civil society atau masyarakat madani. Dapat dibayangkan jika masyarakat yang mandiri secara mental, ekonomi, pendidikan, sosial, politik, dan hukum menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di kehidupannya. Tentu masalah-masalah yang timbul akibat human error dalam menggunakan TIK dapat diminimalisir.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan kondisi masyarakat di Indonesia saat ini, sudah termasuk masyarakat madani atau belum? Sementara teknologi informasi dan komunikasi sudah sangat melekat pada masyarakat. Lalu, seberapa besarkah tantangan pemerintah dalam mewujudkan civil cyber society?

~moels~

Posted in Informasi, Pojok Lemsaneg