Pembagian generasi manusia menurut para ahli terdiri dari 5 (lima) generasi, yaitu generasi tradisional lahir sekitar tahun 1922-1943, generasi baby boomers lahir antara tahun 1944-1964, generasi X lahir antara tahun 1965-1977, generasi Y lahir antara tahun 1978-1994, dan terakhir generasi Z lahir di atas tahun 1995.

Generasi Y merupakan generasi yang lahir di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Menurut (Hawkins dan Motherhaugh, 2010) generasi Y merupakan generasi yang terdepan dan terbanyak sebagai pengguna teknologi, khususnya internet. Karakteristik ini juga diikuti oleh generasi di bawahnya, yakni generasi Z.

Tabel Statistik Generasi Tradisional, Baby boomers, X, Y, dan Z Penduduk Indonesia berdasarkan data BPS tahun 2010.

Berdasarkan data pada tabel di atas, maka jumlah generasi Y (lahir tahun 1978-1994) adalah yang berusia 16 – 32 tahun pada tahun 2010, yakni sebanyak 77.092.311 dan generasi Z yang berada dibawahnya yakni sebanyak 63.553.691.

Jika diasumsikan tidak terjadi pertambahan dan pengurangan penduduk yang signifikan selama 7 (tujuh) tahun terakhir saja, maka jumlah generasi Y dan Z sebanyak 140.646.002 atau sejumlah 64,49% dari total jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 yang pada tahun 2017 ini berusia antara 7 – 41 tahun. Artinya, lebih dari 64% masyarakat Indonesia merupakan pengguna internet aktif dengan berbagai latar belakang ekonomi dan sosial. Angka tersebut patut menjadi catatan penting bagi pemerintah karena untuk membentuk 64% lebih masyarakat Indonesia menjadi civil cyber society tidaklah mudah.

Tantangan pemerintah tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, melainkan juga dari luar negeri sebagai akibat globalisasi yang juga merupakan konsekuensi logis perkembangan TIK. Maka sudah seharusnya konsep civil cyber society ini menjadi target pencapaian pemerintah dalam waktu dekat dengan menyusun sejumlah strategi mulai dari langkah-langkah pencegahan timbulnya permasalahan, pembentukan civil cyber society itu sendiri, dan penanggulangan permasalahan yang terjadi. Dengan begitu diharapkan perlahan-lahan masyarakat Indonesia dapat menjadi civil cyber society seutuhnya.

Pemerintah melalui sejumlah kementerian yang membidangi soal siber, sosial, dan penegakan hukum berserta masyarakat yang sudah lebih dulu menyadari dan memahami urgensi pemanfaatan TIK wajib bersinergi dan bersama-sama menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat siber yang madani (civil cyber society).

~moels~

Posted in Informasi, Pojok Lemsaneg